Susi Andriani Pohan Tegaskan Komitmen Lapas Perempuan Padang Hadirkan Pembinaan Berbasis Pesantren yang Humanis dan Berkualitas - NUSANTARA POS

Jumat, 03 Juli 2026

Susi Andriani Pohan Tegaskan Komitmen Lapas Perempuan Padang Hadirkan Pembinaan Berbasis Pesantren yang Humanis dan Berkualitas

 

PADANG | Jumat, 3 Juli 2026 — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIB Padang terus memperkuat komitmennya dalam membentuk warga binaan yang berkarakter, religius, dan siap kembali ke tengah masyarakat. Langkah tersebut ditunjukkan melalui keikutsertaan dalam Launching Program Pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan Berbasis Pesantren yang digelar secara virtual oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Barat, Jumat (3/7/2026).

Di bawah kepemimpinan Kalapas Susi Andriani Pohan, seluruh jajaran Lapas Perempuan Padang mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh antusias sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional yang mengedepankan pembinaan kepribadian melalui pendekatan keagamaan yang lebih terstruktur, terukur, dan berkelanjutan.

Program berbasis pesantren ini menjadi inovasi strategis Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam membangun karakter warga binaan. Melalui pembinaan spiritual yang intensif, warga binaan diharapkan mampu memperkuat keimanan, meningkatkan akhlak, menumbuhkan kedisiplinan, serta memiliki bekal moral yang kuat untuk menjalani kehidupan baru setelah menyelesaikan masa pidana.

Launching program diikuti serentak oleh seluruh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di Sumatera Barat. Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat dan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Barat yang menegaskan pentingnya kolaborasi lintas instansi dalam membangun pembinaan spiritual bagi warga binaan.

Sebagai simbol dimulainya program, kegiatan dilanjutkan dengan pemasangan kokarde kepada peserta, penyerahan Buku Kendali Santri, serta sejumlah prosesi simbolis lainnya yang menandai implementasi Program Pembinaan Berbasis Pesantren di seluruh Lapas dan Rumah Tahanan Negara di Sumatera Barat.

Kalapas Lapas Perempuan Kelas IIB Padang, Susi Andriani Pohan, menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik peluncuran program tersebut. Menurutnya, pembinaan keagamaan merupakan fondasi penting dalam membentuk perubahan perilaku dan pola pikir warga binaan sehingga mampu menjadi pribadi yang lebih baik, bertanggung jawab, dan taat hukum ketika kembali ke lingkungan masyarakat.

Ia menjelaskan, selama ini Lapas Perempuan Padang telah secara konsisten melaksanakan berbagai kegiatan pembinaan keagamaan, seperti pengajian rutin, pembelajaran membaca Al-Qur'an, ceramah agama, pembinaan mental spiritual, hingga kegiatan keagamaan yang melibatkan para penyuluh dan tokoh agama. Dengan hadirnya program berbasis pesantren, seluruh kegiatan tersebut akan semakin terintegrasi melalui kurikulum pembelajaran yang lebih sistematis dan memiliki mekanisme evaluasi yang jelas.

Menurutnya, pembinaan spiritual bukan hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan agama, tetapi juga membangun karakter, menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, serta semangat memperbaiki diri sebagai bekal menjalani kehidupan yang lebih bermakna.

Selain memperdalam ilmu keagamaan, program pesantren juga diharapkan mampu menekan angka residivisme melalui pembentukan kepribadian yang lebih matang. Dengan pendampingan petugas pemasyarakatan dan pembimbing keagamaan, warga binaan akan memperoleh pembelajaran yang berkesinambungan sehingga proses reintegrasi sosial dapat berjalan lebih optimal.

Keikutsertaan dalam launching program ini menjadi bukti nyata komitmen Lapas Perempuan Kelas IIB Padang untuk terus menghadirkan pembinaan yang humanis, profesional, dan berorientasi pada perubahan positif warga binaan. Sinergi bersama Kementerian Agama, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, serta berbagai pemangku kepentingan diyakini akan semakin memperkuat kualitas pembinaan di lingkungan pemasyarakatan.

Dengan mengusung semangat "Pemasyarakatan Pasti Bermanfaat untuk Masyarakat", Lapas Perempuan Kelas IIB Padang optimistis Program Pembinaan Warga Binaan Berbasis Pesantren akan melahirkan pribadi-pribadi yang religius, berintegritas, mandiri, serta siap kembali menjadi bagian dari masyarakat dengan membawa perubahan yang lebih baik.

Andri Hidayat

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda